Kamis, 10 April 2025

Ujian Praktek LID (Sri Anugerah 2336075)

 

Politeknik Pariwisata Makassar





Politeknik Pariwisata Makassar atau Poltekpar Makassar adalah perguruan tinggi negeri kedinasan yang berada dalam naungan Kementrian Pariwisata dan berlokasi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Politeknik Pariwisata Makassar yang dahulu dikenal dengan Akademi Pariwisata (Akpar) Makassar, merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Kepariwisataan yang berstatus negeri di Kawasan Timur Indonesia dan telah terakreditasi Badan Akreditasi Nasional (BAN) dengan tenaga pengajar berkualifikasi S1, S2 dan S3 serta berpengalaman di dalam dan luar negeri. Pada tahun 2009 saat masih berstatus AKPAR Makassar bekerjasama dengan STP Bali untuk program Diploma 4. Pada tanggal 29 September 2015 oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia Dr. Arief Yahya meresmikan perubahan status dari Akademi menjadi Politeknik. POLTEKPAR Makassar telah melahirkan alumni yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Karyawan Bank Pemerintah dan Swasta, Manager Hotel Berbintang, Travel dan Penerbangan di Indonesia, Malaysia, Singapura, Dubai serta Kapal Pesiar (Cruise Line).


Visi:
Untuk mewujudkan dan tercapainya pelaksanaan tugas pokok dan fungsi  disusunlah suatu visi. Visi itu berbunyi: Menjadi Perguruan Tinggi Kepariwisataan Unggulan yang Berbasis pada Kepribadian Indonesia, Menuju Daya Saing Internasional pada 2024.


Misi:

Untuk  mewujudkan visi di atas,  Politeknik Pariwisata Makassar memiliki misi:
1. menghasilkan SDM kepariwisataan unggulan yang tetap berkepribadian Indonesia;
2. mengembangkan penelitian terapan kepariwisataan yang berbasis pada pengetahuan, budaya, dan lingkungan lokal;
3. mengembangkan pengabdian kepada masyarakat melalui inovasi teknologi tepat guna, kearifan lokal, dan kelestarian lingkungan.

Politeknik Pariwisata Makassar terbagi atas tiga jurusan, yaitu:

Jurusan Hospitaliti

[sunting | sunting sumber]

Diploma III (D3)

[sunting | sunting sumber]
  • Divisi Kamar (DIK)
  • Tata Hidang (TAH)
  • Seni Kuliner (SKU)

Diploma IV (D4) / Sarjana Terapan (S1)

[sunting | sunting sumber]
  • Pengelolaan Perhotelan (PPH)

Jurusan Perjalanan

[sunting | sunting sumber]

Diploma III (D3)

[sunting | sunting sumber]
  • Perjalanan Wisata (PEW)

Diploma IV (D4) / Sarjana Terapan (S1 Terapan)

[sunting | sunting sumber]
  • Usaha Perjalanan Wisata (UPW)

Jurusan Kepariwisataan

[sunting | sunting sumber]

Diploma IV (D4) / Sarjana Terapan (S1 Terapan)

[sunting | sunting sumber]
  • Destinasi Pariwisata (DEP)
  • Pengelolaan Konvensi dan Acara (PKA)

Jl. Gn. Rinjani Jl. Metro Tj. Bunga No.1, Tj. Merdeka, Kec. Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90224


Fasilitas

[sunting | sunting sumber]

Sederet fasilitas berstandar internasional yang tersedia di Poltekpar Makassar sangat menunjang proses belajar mengajar para mahasiswa. Antara lain terdapat laboratorium travel simulation, system ticketing online berbasis teknologi Abacus dan housekeeping simulation, sistem reservasi hotel berbasis berteknologi Cakrasoft, MICE Simulation Room.

Selain itu terdapat pula laboratorium praktikum laundry dan dry cleaning, dapur nusantara dan kontinental, berikut restoran dan bar praktik, serta laboratorium bahasa dengan self study room. Bahkan sejumlah cottage dan hotel praktik, setara hotel berbintang sudah dibangun di samping sebuah danau buatan turut melengkapi fasilitas kampus ini.

Untuk menunjang kegiatan Ko-Kurikuler mahasiswa tersedia sarana kesenian modern dan tradisional, sarana olahraga. Fasilitas lainnya adalah poliklinik, sarana ibadah, serta asrama bagi mahasiswa yang berasal dari luar kota berkapasitas tampung 200 orang.

                                   - Perpustakaan


                                   - Auditorium

                                
                                            - Parkiran


                                   - Gym


                           - Mading


                                            - Ruang Kelas


Video Profile Kampus Politeknik Pariwisata Makassar




Sabtu, 08 Maret 2025

Aksara Inovatif Digital

Literasi Digital dan Pariwisata di Era Modern

           Literasi digital berperan dalam mengembangkan pengetahuan dan pengalaman pariwisata, serta bagaimana teknologi informasi dapat mengubah cara kita merencanakan, menikmati, dan mempromosikan destinasi wisata.

1. Pendahuluan 

Definisi Literasi Digital:

Literasi digital mencakup kemampuan untuk mencari, mengevaluasi, menggunakan, dan menciptakan informasi melalui teknologi digital. Di era modern, keterampilan ini menjadi sangat penting untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi.

Definisi Pariwisata:

Pariwisata tidak hanya soal perjalanan dan destinasi, tetapi juga melibatkan interaksi, pengalaman budaya, dan pertukaran informasi antara wisatawan dengan destinasi yang dikunjungi.

2. Perkembangan Teknologi di Era Digital

Transformasi Digital:
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mengubah cara masyarakat mengakses dan menyebarkan informasi. Hal ini berpengaruh besar pada sektor pariwisata, mulai dari promosi destinasi hingga pengelolaan ulasan dan pemesanan secara online.

Media Sosial dan Internet:
Platform seperti Instagram, Facebook, dan YouTube menjadi alat utama bagi wisatawan untuk berbagi pengalaman, mencari inspirasi destinasi, serta membaca review dan rekomendasi. Literasi digital memungkinkan wisatawan untuk menilai dan memanfaatkan informasi tersebut secara kritis.

3. Kaitan antara Literasi Digital dan Pariwisata

Akses Informasi yang Lebih Mudah :
Dengan literasi digital, wisatawan dapat dengan mudah mencari informasi tentang destinasi, atraksi, akomodasi, dan transportasi melalui website, blog, dan aplikasi mobile. Ini meningkatkan pengetahuan dan membantu perencanaan perjalanan yang lebih matang.

Pemasaran dan Promosi Digital :
Destinasi wisata dan penyedia layanan pariwisata kini memanfaatkan strategi pemasaran digital, seperti SEO, media sosial, dan influencer marketing, untuk menarik wisatawan. Kemampuan literasi digital sangat penting untuk memahami dan mengaplikasikan strategi ini.

Interaksi dan Umpan Balik :
Platform ulasan seperti TripAdvisor, Google Reviews, dan media sosial memungkinkan wisatawan memberikan feedback serta mendapatkan informasi real-time dari pengalaman orang lain. Literasi digital membantu wisatawan untuk menafsirkan dan membandingkan ulasan tersebut secara objektif.

Inovasi Teknologi dalam Pariwisata :
Teknologi seperti augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) memungkinkan wisatawan mendapatkan preview atau tur virtual dari destinasi sebelum melakukan perjalanan. Penggunaan aplikasi mobile untuk pemesanan tiket, reservasi hotel, dan panduan wisata juga semakin meningkat berkat peningkatan literasi digital.

Analisis Data dan Personalisasi :
Data yang dihasilkan dari interaksi digital memungkinkan pengelola pariwisata untuk menganalisis tren, preferensi wisatawan, dan pola kunjungan, sehingga dapat memberikan pengalaman yang lebih personal dan relevan bagi setiap wisatawan.

4. Studi Kasus dan Contoh Implementasi

Situs Pariwisata Digital :
Banyak destinasi mengembangkan website resmi yang menyediakan informasi lengkap tentang atraksi, event, dan fasilitas, serta terintegrasi dengan fitur pemesanan online.

Media Sosial dan Influencer :
Banyak destinasi yang memanfaatkan influencer untuk mempromosikan pariwisata mereka melalui konten visual dan cerita inspiratif, yang selanjutnya menarik minat masyarakat yang memiliki tingkat literasi digital tinggi.

Aplikasi Mobile Wisata :
Aplikasi seperti Google Maps, TripAdvisor, atau aplikasi khusus destinasi wisata memudahkan wisatawan untuk merencanakan perjalanan, mencari rekomendasi, dan memberikan ulasan secara langsung.

5. Tantangan dan Solusi

Tantangan:

  • Kesenjangan akses dan kemampuan literasi digital antara daerah perkotaan dan pedesaan.
  • Informasi yang berlebihan (information overload) sehingga sulit menilai keakuratan data.
  • Keamanan data dan privasi pengguna dalam platform digital.

Solusi:

  • Peningkatan pelatihan dan edukasi mengenai literasi digital untuk masyarakat luas, khususnya di daerah dengan akses terbatas.
  • Pengembangan sistem verifikasi informasi dan ulasan untuk memastikan keakuratan data.
  • Kebijakan keamanan data yang ketat dari penyedia platform pariwisata digital.

6. Kesimpulan

Literasi digital merupakan kunci untuk mengoptimalkan pengalaman pariwisata di era modern. Dengan pemahaman dan kemampuan mengelola informasi digital, wisatawan dapat membuat keputusan yang lebih baik dan mendapatkan pengalaman yang lebih memuaskan. 

Di sisi lain, destinasi dan pelaku pariwisata juga dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan layanan, personalisasi pengalaman, dan mempromosikan kekayaan budaya serta atraksi wisata secara lebih efektif.





Ujian Praktek LID (Sri Anugerah 2336075)

  Politeknik Pariwisata Makassar Politeknik Pariwisata Makassar  atau  Poltekpar Makassar  adalah perguruan tinggi negeri kedinasan yang ber...